Jumat, 11 September 2020

STORY 'EVI' EKAWATI DI DUNIA RADIO


 
Sedikit story, mengenang moment awal hingga saat ini teteup setia di radio.
Pertama kali mengenal dunia broadcast sekitar tahun '92, menemeni Bang Harry baca curhatan fans dan puisi2 kreatif di radio SK Bontang. Di tempat ini cuma sebentar. Yg kemudian ditawari siaran di Radio NBI. Itu pertama kalinya pegang perangkat siar sendiri seperti mixer, mic dan kaset-kaset. Orang mengenal namaku dengan Vika Palpitha. Vika itu singkatan dari eVI eKA dan palpitha nya entah dari mana. Lupa.😀 Biasanya berangkat siaran sepulang sekolah. Meskipun belajarnya otodidak, masih ingat banget senior2 yang berjasa ngajarin siaran pertama kali. Ada Bang
Adhie Kusuma Wardha
Bang
Deden P S
dan Bang Rifai. Mereka orang2 hebat di Jamannya.
Taon '93 hijrah ke Tanjung Redeb Berau, siaran di Radio Mesjid Al-Hikmah dan beberapa radio 'gelap' ( begitu sebutannya) jaman doeloe. Taon '97 hijrah lagi ke Samarinda. Sempat diajak Bang Deden siaran di Radio Suara Mahakam karena beliau jg hijrah ke Samarinda waktu itu. Kemudian beliau juga yang nawarin siaran di RRI Pro2 Samarinda ( di sini belajar banyak juga ttg seputar jurnalistik, reportase, membuat berita dan membaca berita. Dengan senang hati waktu itu belajar dari para senior mba
Dana Riswari
, Mba Riatri yg sudah tiada, mba
Ria Ardha
, mas Ari,
Ipit Muhammad Idris
).
Beberapa tahun kemudian setelah menikah sempat kembali berdomisili di Bontang mengikuti suami tercinta
Ryan Widiyanto
yang juga penyiar radio. Selama di Bontang, kami balik lagi cuap2 di NBI FM. Akhirnya pindah lagi ke Samarinda, sempat aktif di Radio Borneo, lalu pindah ke SamarindaFM dan balik lagi ke Radio Suara Mahakam (Oia sempat belajar dari senior juga di sini. Bang Yoga, Ownernya Suara Mahakam). Dunia radio ga bisa saya tinggalkan begitu aja, bahkan sudah mendarah daging jadi hobby yang Alhamdulillah selalu dibayar dari satu studio ke studio lain. Temen sampai tanya, koq dari SMP sampai menikah masih demen aja main di radio? Ya...mungkin karena sudah terlanjur jatuh cinta. Meskipun sekarang OnAir nya hanya di akhir pekan.
 
Terima kasih buat Para senior yang pernah berbagi ilmu broadcastnya buat saya. Yg mungkin ada di antaranya ga tersebut namanya di sini. Saya ga pernah lupa dan akan mendoakan semua yang terbaik.
Salam hormat saya jg buat para pemilik radio yang pernah menerima saya dengan baik tanpa pernah meminta surat lamaran dan embel2 lainnya.🙏
Dari dunia radio, saya ga lagi jadi anak yang agak pemalu dan suka minder.
Juga terima kasih buat para pendengar terutama yang masih setia pantengin radio sampai saat ini.
Oia, ini hanya salah satu foto jadul yang saya punya. Karena dulu belum seperti sekarang. Selain karena dulu saya ga pakai hijab, setelah menikah tahun 2003 baru memutuskan untuk menutup aurat dan saya ga akan memajang foto saya yang belum berhijab di jaman Doeloe🙏
Tetap semangat buat para penyiar radio se-Indonesia Raya.
Selamat Hari Radio Nasional.

0 Comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *