Rabu, 22 Juli 2020

PERAN RADIO DALAM ISU COVID- 19

BEREDAR pesan di media sosial, asap rokok mampu membunuh virus korona karena komposisi rokok terdiri atas tembakau dan cengkih. Pesan tertanggal 14 Maret 2020 ini tercatat sebagai hoaks nomor 215 yang ditemukan Kementerian Komunikasi dan Informasi dari ratusan hoaks selama munculnya isu Covid-19 (corona virus diseases), khususnya di Indonesia. Sebagai upaya menangkal hoaks tanggal 15 Maret 2020, Kominfo merilis data hoaks, lengkap tanggal, bunyinya, serta nomor urutnya.
 
Sebetulnya banyak pesan beredar yang tidak masuk akal, tetapi ketika tersebar tidak terkendali menjadi persoalan dalam situasi masyarakat waswas terhadap sebuah peristiwa. Bahwa rokok terdiri atas tembakau dan cengkih, memang benar. Tidak salah. Kalau terdiri atas gula merah dan ketan, dibungkus mirip rokok, itu dodol garut namanya. Kalau rokok membuat sehat tidak perlu dokter menjelaskan bahwa itu tidak benar, tetapi para perokok pun dalam hatinya sepakat tindakannya nekat.
Terkait hoaks, mengutip mantan Presiden Obama dalam buku Jagad Digital -nya Agus Sudibyo, dikatakan ketika informasi salah kemudian dikemas sedemikian bagus, selanjutnya disebarkan secara aktif melalui media sosial, maka banyak orang tidak dapat lagi membedakan mana pesan yang benar dan yang tidak. Masyarakat, khususnya di Indonesia sebagai pengguna telepon pintar nomor enam di dunia, perlu mendapat pemahaman mana berita dan mana yang baru sebatas informasi sehingga bisa bertindak dengan bijak. Informasi yang didapat dari media sosial belum terverifikasi, sementara berita dari media resmi atau media jurnalistik sebelum disiarkan wajib melalui proses klarifikasi sesuai aturan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
 
Untuk membantu masyarakat mendapatkan kabar yang benar, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengeluarkan edaran dengan nomor 123/K/KPI/31.2/03/2020. Isinya, kepada media televisi dan radio membantu memberikan info seputar Covid-19 tetap profesional, proporsional, dan tidak berlebihan. Masyarakat, saat ini, mengikuti dan membutuhkan kabar perkembangan, penanggulangan, pengetahuan seputar Covid-19 dengan cepat dan benar sehingga penyebaran informasi secara berkala sangat dibutuhkan. Mengutip Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Mordano, penyakit ini berbahaya dan penularannya mudah serta cepat. Masyarakat luas harus paham hal ini.
 
Peran Radio & Masalahnya Berbagai saluran resmi, termasuk radio siaran, perlu dimanfaatkan dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait Covid-19 agar tidak panik dan dapat bertindak sesuai ketentuan. Cara mencegah penularan, tindakan jika tertular, ke mana melapor saat ada kerabat dicurigai terdampak Covid-19, sampai data korban sehat dan wafat perlu dikabarkan kepada masyarakat. Pada situasi seperti ini, banyak orang tidak keluar rumah atau berada di suatu tempat terisolasi, maka peran radio sangat dibutuhkan. Radio mampu mengirimkan berita dengan cepat ke wilayah yang sulit dijangkau media lainnya sebagai pengisi kekosongan berita, seraya menunggu media lain dengan sajian lebih dalam dan lengkap. Penyampaian pesan melalui radio relatif mudah dicerna masyarakat karena, selain lebih lugas, juga diselingi hiburan lagu dan lainnya. 

Eddy KokoPraktisi Media


0 Comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *